Rabu, 19 April 2017

Bintang Lux terbaru 2017 Maudy Ayunda

Maudy Ayunda ( dok Lux Fanatic )

Entah apa yang saya fikirkan empat tahun yang lalu ketika saya menuliskan tentang siapa yang cocok untuk menjadi bintang LUX terbaru yang sedang kosong saat itu. Beberapa nama seperti Sandra Dewi, Maudy Ayunda, Agnes Monica sampai Raline Shah sempat masuk ke dalam list jagoan saya untuk menggantikan Atiqah Hasiholan di LUX. Tetapi dari beberapa yang masuk dalam list, saya pribadi dulu mantap memilih Maudy Ayunda untuk mengisi slot yang kosong. Empat tahun ulasan saya memilih Maudy Ayunda berlalu begitu saja sampai kemudian LUX sempat memilih pasangan suami istri Bunga Citra Lestari dan Ashraf Sinclair menjadi Brand Ambassadornya LUX yang terbaru yang saat itu sedang mengkampanyekan ''bangkitkan getaran cinta'' secara global. 

Empat tahun berlalu, di pertengahan April 2017 munculah bintang LUX yang terbaru yang akhirnya dipinang oleh Unilever. Ya, Jagoan saya Ayunda Faza Maudya atau yang akrab dipanggil Maudy Ayunda resmi mensejajarkan  dirinya dan bergabung dalam kemewahan dan keglamouran seorang bintang LUX yang dulu pernah disandang oleh Tamara Blezsinsky, Dian Sastro , Mariana Renata, Desy Ratnasari, Luna  Maya dll..

Lantas apa sih yang diharapkan dari seorang bintang muda ini untuk mempromosikan brand LUX ini?. 
Kalau boleh saya beropini maka menurut saya adalah untuk mengajak dan menyemangati kaum wanita muda di Indonesia agar berusaha bisa menciptakan sebuah prestasi dan berkarya tanpa meninggalkan sisi kelembutan yang dimiliki dari seorang wanita tersebut.

Lalu apakah hal tersebut adalah bagian dari sebuah kampanye LUX yang terbaru yang diembankan kepada seorang Maudy Ayunda?.
Ya, dan saya rasa mungkin itu adalah sebuah konsep yang belum dikeluarkan oleh LUX sebelum-sebelumnya meskipun sebenarnya hampir mirip dengan konsep promosi di awal dekade 2000'an dengan mengusung konsep kelembutan dan kekuatan dari  sisi wanita versi Tamara Bleszinsky maupun versi Dian Nitami. Bedanya sekarang  adalah seorang Maudy Ayunda disini menonjolkan sisi ''kemudaannya yang penuh semangat mengejar prestasi'', ''kekreatifannya dalam menciptakan suatu karya'', ''kelembutan dan kebaikannya'' dalam suatu sikap hingga bisa menampilkan aura kecantikannya dan yang penting adalah mengajak untuk jangan pernah berhenti mengejar menggapai mimpi, itulah yang akan dipersembahkan LUX bagi wanita Indonesia.

Apapun itu saya pribadi mengucapkan selamat kepada Maudy Ayunda sebagai Bintang Lux yang terbaru. 

Saya Ayunda Faza Maudya Seperti Lux, lembut namun penuh kekuatan.









Rabu, 25 Januari 2017

Prediksi juara turnamen Australia terbuka 2017

Logo Australia Terbuka 2017 diambil dari https://premier.ticketek.com.au
Pesta para veteran tenis , mungkin itulah yang patut disematkan ketika mereka menjajakkan kakinya di semifinal tournamen Australia terbuka edisi yang ke 105 atau yang digelar diawal tahun 2017 ini. Bahkan enam dari delapan petenis mempunyai umur rata - rata diatas 30 tahun. Serena Williams ( 35.3 th) , Venus Williams ( 36.6 th ), Mirjana Lucic-Baroni ( 34.8 th ), Roger Federer ( 35.4 th ) , Stan Wawrinka ( 31.8 th ) dan Rafael Nadal ( 30.6 th ),  Hanya ada dua petenis yang masih berumur 25 tahunan , mereka berdua adalah Grigor Dimitrov ( 25,6 ) dan  Coco Vandeweghe ( 25,1 ). 

Dan tidak secara kebetulan bahwa 5 dari 8 petenis yang berusia diatas 30 tahun tersebut adalah raja dan ratunya grand slam kecuali Mirjana Lucic-Baroni yang mengulang penampilan terbaiknya setelah 18 tahun lalu saat mencapai semifinal Wimbledon di tahun 1999. Dengan diatas 30 tahun mereka masih bisa membuktikan bahwa mereka masih bugar dengan segudang pengalaman teknis dilapangan. Mereka masih bisa berkompetisi secara hebat dan sehat. 

Lantas bagaimana peluang mereka saat menatap semifinal yang dimulai hari Kamis tanggal 26 Januari 2017 besok?.

1. Venus Williams USA (13) vs Coco  Vandeweghe USA
2. Serena Williams USA (2) vs Mirjana Lucic Baroni CRO
3. Stan Wawrinka SUI  (4) vs Roger Federer SUI ( 17)
4. Grigor Dimitov BUL (15) vs Rafael Nadal ESP (9)

Untuk bagian petenis tunggal putri.
Unggulan versus non unggulan. Juara Grand slam versus Non Juara Grand Slam .  Itulah yang terjadi di turnamen Australia Terbuka tahun 2017 saat ini. Mungkin banyak yang menjagokan atau merindukan untuk terjadi final classic antara Williams bersaudara. Tetapi kita juga tidak bisa melupakan sepak terjang Coco Vandeweghe yang mengalahkan para petenis unggulan putri, atau kejutan Mirjana Lucic Baroni yang begitu memukau saat bertanding diturnamen kali ini.

Prediksi saya peluang masuk final  
Coco Vandeweghe USA versus Serena Williams USA (2)

PREDIKSI JUARA : Coco Vandeweghe (USA )

Untuk bagian petenis tunggal purta.
Sama halnya dengan prediksi di bagian putri jika publik tennis dunia berharap agar terjadi duel classic antara Roger Federer versus Rafael Nadal . Meskipun 3 dari 4 petenis tunggal pria yang masuk ke semifinal Australia terbuka kali ini adalah para juaranya grand slam. Rafael Nadal 14 gelar, Roger Federer 17 gelar dan Stan Wawrinka 3 gelar grand slam, Tetapi melihat bugarnya dan pesatnya penampilan Grigor Dimitrov kali ini mungkin dia bisa masuk ke final dengan mengalahkan Rafael Nadal . Atau mungkin Stan Wawrinka?.

Prediksi saya peluang masuk final  
Stan Wawrinka Vs Rafael Nadal ( Ulangan Final Australia terbuka 2014 )

PREDIKSI JUARA : STAN WAWRINKA (SUI)

Maaf  saya hanya menuliskan secara sederhana karena seharusnya banyak sekali yang saya tampilkan disini untuk prosentasi peluangnya serta head to head antara pemainnya juga, serta perjalanan mereka bisa masuk ke semifinal . Tetapi sekali maaf karena saya hanya memprediksinya secara independen saja . 


Salam Tennis .






 

Kamis, 19 Januari 2017

Mengintip salah satu bagian terindah di kota Wonosobo ( I )

Bismillah,,,
Pukul 03.30 pagi akhirnya kami sampai juga di kawasan pegunungan Dieng Jawa Tengah. Cukup lelah setelah perjalanan hampir kurang lebih dari 5 jam dari kota kami tercinta kota Kudus ke kota Wonosobo ini.  Brrrrrr......rrrrrrr,,,,, Dingiiiiiiiinnnn,,,, kami disambut dengan udara yang lumayan dingin, bahkan AC dalam mobil saja terasa lebih hangat daripada diluar. Telinga dan tangan saya terasa sangat dingin. Agenda pertama kami saat itu adalah melihat sunrise di puncak Sikunir . Jaket tebal , sepatu anti slip, syal , sarung tangan, sudah kami siapkan sebelum kami naik ke puncak Si kunir. Termasuk juga lampu senter, gadged, kamera digital, makanan kecil pengganjal perut, mie cup istant, kopi istant dan juga thermos air... hehehe, rombongan kami saat itu mungkin yang paling repot kali ya?. Tidak lupa juga kekamar kecil dulu daripada dijalan menahan buang air. 10 menit saya dan teman-teman mempersiapkannya sebelum naik ke atas bukit. Jalanan yang menanjak berbelok-belok dengan banyak anak tangga menambah semangat kami dalam mengatur nafas. Udara yang masih segar tanpa terkontaminasi oleh polusi masih dapat dinikmati saat itu. Segaaaarrr...., Untuk yang tidak membawa bekal jangan khawatir terdapat banyak pos-pos yang menyajikan kopi atau makanan kecil dan tentu saja terjangkau oleh kantong. Dan juga bisa sekalian untuk mampir break sebentar  . ''Mampir dulu kakak'' atau ''ngopi dulu kakak'' sudah menjadi sapaan yang begitu hangat dan ramah bagi kami. Dan akhirnya perjalan kami sudah sampai. Lebih dari 60 menit akhirnya kita sampai di atas bukit Sikunir. Saya sendiri sebenarnya cukup kaget ternyata di bukit sudah banyak yang sudah sampai mendahului kami. Mereka yang sudah sampai duluan mungkin pencinta alam yang sebagian sudah datang pada malam hari. Tanpa terasa dan sadar bahwa saya berada di diketinggian 2.300 meter diatas permukaan laut. Kami sontak langsung disambut dengan pemandangan hamparan pegunungan Sindoro, Gunung Sumbing bahkan bisa melihat Gunung Ungaran dari sini. Sayang kami saat itu kurang beruntung karena diufuk timur banyak sekali awan yang menghalangi pemandangan kami untuk melihat indahnya sunrise. Tetapi saya tidak kecewa karena disini pemandangannya sangat cantik dengan nuansa kemerah-merahan khas fajar menyingsing. Matahari pagi disana juga terlihat indah saat awan mulai bergerak tanpa menghalani sinar matahari masuk ke bumi. Pantulan sinar khas fajar juga menambah keindahan gunung-gunung di sekeliling bukit Sikunir. Tanpa menunggu lama dan tanpa berfikir panjang kami langsung mengambil gambar dan tidak lupa foto selfie dan foto bersama. Aaaach, saya sendiri yang saat itu kebetulan tidak membawa handphone dengan kamera yang bagus dan hanya bisa mengandalkan kamera sahabat saya yang mempunyai pixel lebih bagus dari handphone saya. Sebenarnya sedih juga sih karena saya tidak dapat mengabadikan moment-moment disana dengan wujud gambar digital  indah  dari handphone saya pribadi . Haduuuuhh, lupakan sedih karena  saya  harusnya sangat bersyukur bahwa sebenarnya mata saya itu mempunyai jutaan pixel yang bisa merekam gambar keindahan yang dianugrahkan Tuhan kepada alam ( termasuk saya bagian dari alam ) . Sungguh indah karuniamu Tuhan....
Untuk menambah kenikmatan kami dalam melihat keindahaan sunrise dibukit Sikunir saya dan kawan-kawan menyantap mie cup dan segelas kopi hangat. Ini saya ada sedikit gambar moment - moment indah saat disini sekalian untuk sekedar oleh-oleh dari kami . Terima kasih sahabat saya mas Anang Aditya Saputra BNI46 yang sudi menemani dan mengantar kami sampai ketempat tujuan. Tidak itu saja , mengantar kami pulang ke Kudus  juga dongg... hehehe.. Meskipun saya tidak dapat mengantarkanmu pulang ke Semarang tetap saja sebenarnya kata ucapan terima kasih saja tidak cukup. Mohon maaf ya mas....
Terus????. Mana nih gambar oleh olehnya dari puncak Sikunir?. Ini dia...


foto mas anang 1
mas Anang, Nieta , dan saya sendiri

lain kali mas Anang saya suruh belajar fotographi kali ya soalnya gambarnya miring tuh. hehehe


Sebenarnya masih banyak tempat-tempat indah lainnya yang saya kunjungi di kawasan pegunungan Dieng ini tetapi karena keterbatasan tenaga saya Insya Allah saya akan menulisnya di lain waktu.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya.


Selasa, 17 Januari 2017

Aku dan seekor anak kucing

Bismillah,,.

Gegap gempita perusahaan rokok PT Djarum Kudus begitu bergemuruh. Alunan musik berirama keras bak ingin memecahkan keheningan dan seolah - olah ingin membelah awan yang bergelantungan dilangit. Hari itu pusat perayaan hari ulang tahun dipusatkan di GOR bulu tangkis yang bertaraf internasional di jalan Tanjung Kudus. Hari ulang tahun Djarum Kudus saat itu resmi dibuka oleh Bapak Robert Budi Hartono selaku pemilik perusahaan.

Siang itu saya berinisiatif ingin memulung sampah-saampah yang berserakan didepan GOR bulu tangkis terbesar di Asia tersebut. Asa saya yang berharap agar banyak sampah yang berceceran disana dikarenakan ribuan massa karyawan PT Djarum Kudus yang berkumpul. Apa boleh buat saya hanya diijinkan memungut sampah yang berceceran diluar pagar saja. Satu persatu sampah-sampah layak jual masuk kedalam karung beras. Gram demi gram akhirnya menambah beratnya karung. Peluhpun sudah mulai jatuk ke tanah. Ditengah hiruk pikuk suara alunan musik live samar-samar saya mendengar suara erangan - erangan penuh kesakitan. Sebentar terdengar keras sebentar terdengar begitu lemah. Saya mencoba melihat disekeliling tetapi belum menemukan dimana pusat suara berasal. Saya mencoba untuk kearah seberang jalan untuk mencari sumber suara tersebut. 

Saya melihat terdapat rumput yang bergoyang-goyang dan benar, ternyata suara erangan-erangan berasal dari sana. Saya menyibakkan rumput tersebut dan saya mendapatkan seekor kucing kecil cantik berwarna kuning yang lumpuh dan dikerubungi banyak krangkang ( jenis semut berwarna kuning berukuran berukuran agak besar ). Gigitan demi gigitan dari krangkang - krangkang tersebutlah yang membuatnya mengerang sekeras - kerasnya. Dia hanya bisa berguling-guling saja karena tidak memungkinkan dirinya berlari menyelamatkan diri. Tidak perlu berfikir saya mencabut satu persatu krangkang-krangkang yang ''hinggap'' ditubuh kecilnya. saya melihat dia mulai tenang. Ada perasaan lega antara saya dan kucing tersebut. Saya merasa itulah ''sebuah perkenalan'' yang tidak terduga yang direncanakan antara saya dan sang khaliq. Tatapan mata kami saling beradu, dia melihatku seakan-akan ingin mengucapkan sebuah perasaan terima kasih karena telah menolongnya. Sorot matanya begitu mengharukan. 

Tanpa berfikir panjang akhirnya saya memutuskan utuk membawanya pulang dikarenakan tidak memungkinkannya dia untuk mencari makan atau melindungi dirinya dalam keadaan lumpuh. Saya meletakkannya di tas jinjing lalu saya kaitkan ke stang sepeda. Sampah-sampah juga sudah siap saya letakkan di belakang sadel sepeda. Saya memutuskan untuk bergegas pulang.... setidaknya agar dia bisa bergabung dengan saudara-saudaranya yang lain. Saya intip dari celah tas bagian atas ternyata dia tertidur pulas setelah merasa kelelahan berkutat dengan krangkang-krangkang yang menggitnya.

Hari demi hari kami merawatnya dengan penuh kasih sayang, termasuk Ibu saya yang sering menganggapnya sebagai bagian keluarga. Beliau sering menyuapinya dengan susu hangat dikarenakan belum memungkinkannya untuk memakan sesuatu. Ibu juga sering memijat-mijat ringan pada bagian kaki-kakinya yang lumpuh. Lambat laun kucing kecil sudah mulai membaik dari yang hanya bisa berguling-guling saja meningkat sudah bisa menelungkup dengan tenang. Dia juga sudah bisa makan nasi dan ikan. Hari-hari berikutnya dia sudah mulai bisa berdiri meskipun belum bisa seimbang . Tubuhnya juga sudah mulai sedikit berisi.

Dengan penuh kesabaran akhirnya dia sudah mulai bisa sedikit berjalan dengan tiga kaki. Kaki satu bagian depan yang masih kaku digunakan untuk mejaga keseimbangannya. Setidaknya ketika dia sudah bisa mulai berjalan kami merasa sangat terharu,. Kami merasa seperti merawat anak sendiri. Hari - hari berikutnya saya lihat perkembangannya terus berlanjut, dia sudah mulai bisa mulai bermain dengan saudara-saudaranya yang lain. Dia sudah mulai dapat berdiri...

Hari berlalu terasa begitu cepat. Pada suatu sore tiba-tiba saya mendapatinya tubuhnya mengejang, perutnya juga sedikit menggepeng dan dia merasa kesakitan. Mungkin ada kendaraan bermotor yang baru saja menabraknya. Lambat laun tubuhnya melemas, matanya sudah mulai melemah dan akhirnya memejam. Kucing kesayangan kami telah meninggalkan kami selama-lamanya. Allah sudah membebaskan kami dalam merawatnya. Tidak ada lagi suara erangan kesakitan atau suara merdunya yang menghiasi rumah kumuh kami. Yang ada hanyalah tangisan lemah saya...
Dia meninggalkan kami dalam sebuah pelukan yang sangat erat. Ciuman kasih sayang saya persembahkan untuk terakhir kalinya. Untuk kucing saya yang cantik....
Allah yang mempertemukan saya dengan kenangan yang begitu indah . Saya meyakini beberapa bagian hidup saya dan hidupnya adalah sebuah takdir yang telah dituliskan-Nya.
Saya sangat menyayangimu semoga dilain waktu entah dikehidupan yang lain Allah mempertemukan kami dengan penuh kecintaan-Nya.

Saya menyayangimu...
Pusss...


Cerita indah di 
Hari ulang tahun Djarum April 2014